Home » , » Tari Tauh, Sebuah Warisan Tak Benda Bungo yang Patut Dilestarikan

Tari Tauh, Sebuah Warisan Tak Benda Bungo yang Patut Dilestarikan

Written By Admin on Kamis, 12 Januari 2017 | 02.10

IMCNews.ID, Bungo - Tari Tauh Dusun Koto Jayo, Kecamatan Tanah Tumbuh belum lama ini tampil dalam acara Malam Apresiasi Seni Melayu Jambi rangkaian HUT Provinsi Jambi 2017. Untuk diketahui bahwa Tari Tauh sudah masuk ke dalam warisan budaya tak benda 2016 yang disahkan oleh Kemendikbud.

"Tauh adalah sebuah tari tradisi yang berasal dari Desa Koto Jayo Kabupaten Bungo. Keunikan tari ini terletak pada kesederhanaan gerak dan adanya seutas tali yang direntang sebagai pembatas, antara penari laki-laki dengan penari wanita," kata Camat Tanah Tumbuh, Syafrizal, Kamis (12/1).

Kegiatan Betauh atau Tari Tauh berfungsi sebagai hiburan ketika selesai panen. Dan di sanalah terjadi interaksi antara pemuda dengan pemudi.

Bahkan seringkali dari kegiatan menari bersama beberapa dari mereka menemukan jodohnya.  Seiring dengan perkembangan zaman, keberadaan Tari Tauh sebagai sebuah ekspresi komunal mulai tersingkirkan dan tidak lagi diminati.

Bahkan, saat ini hanya beberapa orang saja yang masih bisa ditemui dan mengetahui tentang Tari Tauh. "Maka dari itu kami sangat mendukung dengan kegiatan Tari Tauh dan diajarkan ke generasi muda," ujarnya.

"Ada makna dan filosofi menarik yang terkandung dalam Tari Tauh, yakni bagaimana saling menghormati dan mentaati aturan yang disepakati secara tidak tertulis dalam pergaulan muda-mudi yang dijalankan oleh masyarakat di Desa Koto Jayo," tutupnya. Kontributor: Ari Widodo

Sumber: https://www.imcnews.id/read/tari-tauh-sebuah-warisan-tak-benda-bungo-yang-patut-dilestarikan

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : NmcNews | Redaksi | Info Kami
Copyright © 2017. NmcNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by NmcNews.id