Home » , , » Listrik Bungo Padam Belasan Jam, Aktivitas Ekonomi Lumpuh

Listrik Bungo Padam Belasan Jam, Aktivitas Ekonomi Lumpuh

Written By Admin on Minggu, 22 Mei 2016 | 08.17

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Awang Azhari. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Krisis listrik di Kabupaten Bungo masih sangat memprihatinkan, byarpet menjadi rutinitas hari-hari yang tentu sangat meresahkan masyarakat.

Padamnya listrik tak terjadwal dan tanpa ada sosialisasi dari pihak PT PLN, pemadaman kadang berlangsung di malam hari dan siang dengan durasi waktu bervariasi mulai dua sampai tiga jam.

Namun Sabtu-Minggu (21-22/5) kemarin, pemadaman berlangsung ‎cukup lama, listrik padam total sejak pagi, kemudian baru mulai dihidupkan kembali sekitar pukul 17.40.

Belum diketahui secara jelas apa penyebab dilakukannya pemadaman selama dua hari dengan durasi waktu lebih 11 jam tersebut.

Tersiar kabar karena ada pemasangan tiang jaringan, namun ini bukan dalam bentuk penjelasan resmi PLN. Humas PLN Muara Bungo, Junaidi juga mengaku tak tahu persis kondisi yang terjadi. "Saya belum dapat informasi juga ini, soalnya sekarang sedang di luar kota," kata Junaidi di ujung telefon.

Pemadaman ini melumpuhkan aktivitas warga, seperti terpantau di kawasan pasar, beberapa SPBU tutup dengan meletakkan plang pengumuman karena litrik padam. "Susah juga kalau seperti ini, terpaksa ngisi bensin di pinggir jalan," keluh seorang warga, Piadi.

Bukan cuma itu, beberapa pemilik usaha juga harus menghentikan aktivitas seperti bengkel las, warnet, air isi ulang, rental playstation kemudian sebagian besar pemilik usaha cucian mobil dan motor juga tutup. "Sudah dua hari tutup bang, listrik padam," sebut seorang pemilik usaha cucian di kawasan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Banyak warga menyesalkan kondisi ini, karena pemadaman listrik membuat aktivitas ekonomi lumpuh. Di‎ Pasar Tradisional Modern (PTM) pedagang dan pelanggan melakukan transaksi dengan gelap-gelapan.

Diketahui bahwa sejauh ini gedung tersebut memang minim pencahayaan, kecuali hanya melalui pintu, sementara jendela banyak yang ditutup pedagang menggunakan terpal, sehingga memang untuk menambah pencahayaan harus hidup lampu meski siang hari.

"Beginila kalau mati lampu, gelap-gelapan. Ini masih mending di luar cuaca cerah jadi masih ada cahaya masuk. Kalau sempat mendung jadi seperti malam di sini," sebut Maryam, seorang pedagang di PTM.

Pemadaman listrik ini merata di Kabupaten Bungo termasuk kawasan pasar. Ini merupakan pemadaman terpanjang selama beberapa bulan terakhir setelah seringnya terjadi byarpet.

Sumber:http://jambi.tribunnews.com/2016/05/22/listrik-bungo-padam-belasan-jam-aktivitas-ekonomi-lumpuh?page=2

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : NmcNews | Redaksi | Info Kami
Copyright © 2017. NmcNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by NmcNews.id