Home » , , » Landasansan Bandara Bungo Terancam Ambruk

Landasansan Bandara Bungo Terancam Ambruk

Written By Admin on Sabtu, 09 April 2016 | 02.09

Pasca Razia Masih Nekat Beroperasi Keseriusan Tim Dipertanyakan

METROBUTENEWS.COM – Muara Bungo. Kawasan Bandara Muara Bungo kembali dilanda masalah, setelah bobolnya  tanggul air ketika musim hujan  tahun lalu mengancam lonsorya Landasan kini kembali muncul persoalan baru ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab melakukan Penambangan Emas tampa izin (PETI)  alias dompeng di kawasan Bandara Muara Bungo juga mengancam kelansungan Bandara.  

Sangat disayangkan ditengah perjuangan yang begitu sulit dan biaya yang cukup besar untuk membangun sebuah Bandara menelan biaya ratusan milyar rupiah dari APBD Kabupaten Bungo, APBD Provinsi Jambi dan dibantu  APBN kini  terkesan disia–siakan dan ketidak seriusan  Tim terpadu pemberantasan Penambang Emas Tampa Izin Kabupaten Bungo untuk menjaganya.

Tim terpadu sudah melakukan razia terkait aktifitas PETI di Bandara Bungo namun sangat disayangkan  hanya sebagian kecil mesin  penggali emas (Dompeng) saja yang ditemukan dan dibakar, sebagian besarnya sempat disembunyikan oleh pemiliknya, diduga sebelum Tim turun sudah bocor duluan Informasinya kepada para penambang

Selanjutnya beberapa hari pasca turunnya Tim Pemberantasan PETI di kawasan Bandara  tanggal 25 Maret 2016, pemantauan kembali kelokasi Bandara, disana terlihat masih ada puluhan PETI  aktif beroperasi seputaran pinggir landasan pacu pesawat. Melalui informasi beberapa  warga setempat  dan salah satu penambang sambil  berlari mengatakan bahwa pemilik PETI terdiri dari beberapa orang, beberapa diantaranya diduga yaitu  salah satu warga yang tinggal di Kelurahan Taman Agung, warga Tanjung Gedang  dan Warga Perumnas.

Beredar pula Informasi dugaan bahwa disaat Tim  turun terjadi negosiasi dengan oknum Tim tertentu apabila penambang atau pemilik  PETI tidak mau mesinnya dibakar oleh Tim harus menyetor sebesar Rp. 1.500.000,- /Unit di saat razia,  dan untuk setiap bulannya ada setoran upeti untuk oknum petugas diambil pada salah seorang pengurus yang dipercaya berasal dari salah satu Desa terdekat berinisial P.

Pasca demontrasi HMI Cabang Bungo tanggal 31 maret 2016 lalu yang menyampaikan aspirasinya pada Pemda menghasilkan komitmen memberantas Pelaku PETI dan akan mendirikan Pos penjagaan di kawasan lokasi Bandara.

Hasil ini diperoleh setelah perwakilan dari HMI dipersilakan masuk untuk dimediasikan di kantor Bupati yang di pimpin lansung oleh Bupati Bungo H.Sudirman Zaini,SH.MH dan dihadiri Unsur Muspida. Berdasarkan itu tanggal 5 April 2016 kembali memantau Kawasan Bandara pasca Demontrasi HMI Cabang Bungo, terlihat memang ada Pos penjagaan dan tidak ada aktivitas penambangan saat itu akan tetapi tidak berarti PETI akan berakhir karena dari pantauan terlihat puluhan PETI masih berada di Kawasan Bandara, sambil menunggu kelengahan Pemerintah Daerah  atau aman dari penjagaan.

Menurut salah satu warga sekitar yang tidak mau namanya disebut mengatakan bahwa untuk keamanan setiap pemilik PETI harus menyetor  pada oknum tertentu sebesar Rp.2.500.000,- /bulan/unit, sejak pos pengamanan didirikan ada wacana dari para penambang akan melakukan penambangan pada malam hari, selanjutnya juga diungkapkan bahwa baru saja dua hari selesai diraziakan pelaku penambangan kembali melakukan aktifitasnya.

Terkait Penambang Emas Tampa Izin (PETI) Kapolres Bungo AKBP Asep Amar Permana pada Bungo Pos tanggal 24 Maret 2016 yang mengatakan penindakan PETI saat ini hendaknya mempunyai solusi lain untuk Masyarakat, bisa saja membuka lapangan kerja baru agar warga yang terlibat memiliki penghasilan. Keadaan ekonomi Masyarakat saat ini  harga karet dan sawit turun jika ditindak Masyarakat  makan apa, begitulah pandangan Kopolres Bungo terhadap PETI yang semakin hari semakin marak dan menggila di Kabupaten Bungo. 

Keseriusan Pemerintah Daerah Bungo patut dipertanyakan terkait penindakan kasus PETI ini khususnya Tim Terpadu yang kembali kecolongan terkait aktifitas PETI di bandara bungo dan warga juga menanti solusi yang tepat agar warga jangan kembali lagi menjalankan penambangan emas yang sudah sangat jelas dinyatakan illegal oleh hukum. (TEAM)

Sumber : http://www.metrobutenews.com/2016/04/landasansan-bandara-bungo-terancam_9.html

Foto : metrobutenews.com

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : NmcNews | Redaksi | Info Kami
Copyright © 2017. NmcNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by NmcNews.id