Home » , » Ternyata Pulau Pekan Pernah Miliki Mesin Pencetak Uang

Ternyata Pulau Pekan Pernah Miliki Mesin Pencetak Uang

Written By Admin on Jumat, 25 Maret 2016 | 16.13

Dusun Pulau Pekan merupakan salah satu dusun bersejarah di Kabupaten Bungo, dusun yang berada di Kecamatan Bungo Dani ini, memiliki cerita menarik yang mungkin belum diketahui oleh sebahagian besar masyarakat Bungo.

Usut punya usut, ternyata di dusun ini pernah beroperasi sebuah mesin pencetak uang. Seperti diceritakan Rio Dusun Pulau Pekan Sahril Ahmad, saat tim Swarna Jambi mengunjungi dusun tersebut.

Rio Pulau Pekan sempat membawa tim Swarna Jambi, ke rumah bekas tempat penyimpanan mesin pencetak uang tersebut. Rumah yang masih memiliki ciri khas lama tersebut berada di lorong masjid Rt 04 Pulau Pekan.

Zainal, salah satu anak pemilik rumah bersejarah tersebut menuturkan, awalnya pemerintah saat itu meminta kepada orang tuanya agar bersedia rumah mereka menjadi tempat pengoperasionalan mesin pencetak uang. Meski hanya dibayar dengan 12 rantang beras, orangtuanyapun setuju. “Iya, ibu saya dulu namanya ibu Ani, kata ibu saya pemerintah yang minta rumah kita sebagai tempat penyimpanan mesin pencetak uang,” tuturnya.

Tambahnya, saat Belanda akan memasuki Bungo, dan saat itu masih berada di Tebo. Mesin pencetak uang dengan panjang 2025 cm lebar 1303 cm dan tinggi 83 cm tersebut terpaksa dibawa ke Rantau Ikil, untuk menghindari penyitaan Belanda. Dan akhirnya mesin pencetak uang tersebut bisa dipertahankan, saat ini sudah berada di Museum Siginjai Kota Jambi. “Dulu untuk menghindar dari Belanda, mesinnya terpaksa dibawa ke Rantau Ikil,” tambah Zainial.

Meskipun rumah orang tua Zainal, rumah yang pernah menjadi saksi sejarah tentang keberadaan mesin pencetak uang satu-satunya di Jambi sudah sering dikunjungi berbagai instansi pemerintah, namun hingga saat ini belum ada perhatian khusus baik dari pemerintah Kabupaten Bungo maupun pemerintah Provinsi Jambi.

Meski masih menjaga sebahagian corak keaslian rumah, namun rumah yang didiami Zainal sudah dilakukan renopasi dibeberapa sudut rumah. Bapak yang berusia 70 tahun ini berharap ada perhatian khusus dari pemerintah, terhadap rumah orangtuanya ini, sebagai rumah pertama yang menjadi penempatan mesin pencetak uang setidaknya pemerintah membangunkan monumen. “Iya paling tidak, pemerintah membuat monumen di dusun kami ini,” tutur Zainal.

Ternyata Pulau Pekan juga menjadi dusun pertama yang memiliki perpustakaan di Kabupaten Bungo. Pulau Pekan pun pernah menjadi pemenang harapan satu dalam lomba perpustakan tingkat Provinsi Jambi pada tahun 2011.

Menurut Rio Pulau Pekan, Sahril Ahmad. Perpustakan mandiri didusunnya tersebut merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jambi. Pada awal-awal perpustakaan ditempatkan dirumah pribadi rio, namun seiring waktu dan tingginya minat baca masyarakat, akhirnya perpustakaan dipindahkan ke tempat yang lebih baik dan khusus. “2010, 1 tahun perpustakaan ini ditempatkan dirumah saya,” ujar Rio Pulau Pekan.

Meskipun berada di dusun, namun perpustakaan Dusun Pulau Pekan memiliki fasilitas buku yang lengkap dari buku TK sampai perguruan tinggi. “Bukunya lengkap, dari TK sampai perguruan tinggi tersedia,” tambah Sahril.

Rio Pulau Pekan menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya berencana  membangun perpustakaan dari dana ADD, Sahril Ahmad juga mengatakan saat mendirikan pertama kali perpustakaan mandiri ini tidak ada kesulitan yang berarti, karena dorongan masyarakat juga kuat untuk mendirikan perpustakaan. Saat ini perpustakaan tersebut memiliki satu tenaga honorer dan dibuka 2 kali seminggu.

Dusun Pulau Pekan juga terus menjaga kekompakan, adat istiadat serta gotong royong. Seperti saat tim Swarna Jambi berkunjung ke Dusun Pulau Pekan, warga setempat terlihat sedang bergotong royong memperbaiki mushola.

Menurut Rio Pulau Pekan, sebelumnya warga sudah melakukan perbaikan kantor rio, jalan setapak dan menimbun lapangan bola. Pihaknya juga merencanakan bahwa Mushola Nurul Huda yang tengah dibangun ini akan di jadikan pusat pengajian seluruh masyarakat Dusun Pulau Pekan. “Mushola ini nantinya akan kita pusatkan sebagai tempat pengajian warga,” terang Sahril Ahmad.

Untuk lapangan bola sendiri, perbaikan bertujuan untuk mengakomodir keinginan pemuda, dimana olah raga yang satu ini sangat diminati oleh pemuda Pulau Pekan. “Kalau lapangan bola memang menjadi keinginan pemuda, antusias mereka dengan olah raga yang satu ini juga tinggi,” tambahnya.

Sahril mengatakan, pihaknya akan terus melakukan pembangunan, terutama yang berkaitan dan dibutuhkan langsung oleh masyarakat. Saat ini sebahagian besar pasilitas publik di dusun tersebut sudah cukup baik.

Reforter : Nur Azmi / Muamar

Redaktur : Akhmad Ramadhan / Ahmad Pudaili

Sumber : http://swarnajambi.com/25/03/2016/wahh-ternyata-pulau-pekan-pernah-miliki-mesin-pencetak-uang/

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : NmcNews | Redaksi | Info Kami
Copyright © 2017. NmcNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by NmcNews.id