Home » , » Produksi Menurun, Pabrik Karet di Bungo PHK Belasan Karyawan

Produksi Menurun, Pabrik Karet di Bungo PHK Belasan Karyawan

Written By Admin on Rabu, 23 Maret 2016 | 16.02

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO -‎ Karena kondisi keuangan PT Anugrah Bungo Lestari (ABL) tidak stabil, akhirnya perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan getah karet pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan.

Pada Rabu (23/3) perusahaan yang berdomisili di Kecamatan Pelepat, Bungo setidaknya memberhentikan 15 orang karyawan.

"Kekuatan keuangan perusahaan tidak lagi mencukupi sehingga harus ada pemutusan hubungan kerja. Dalam PHK ini prosesnya sangat selektif, kita memberhentikan karyawan yang memang tidak produktif, semisal jarang masuk," kata Humas PT. ABL, Ridwan.

Namun demikian, ia mengklaim seluruh hak dari karyawan yang di PHK dipenuhi, seperti pesangon di mana pembayarannya sesuai dengan lama kerja.

"Pesangon kita beri sesuai masa kerja, ada yang Rp 7 juta, Rp 8 juta, ada yang Rp 18 juta dan Rp 20 juta. Sudah diserahkan semua tadi. Kemudian ada juga dikasih uang pisah. Sementara untuk Jamsostek nanti mereka sendiri yang urus (pencairan)," sebut Ridwan.

Kondisi perusahaan kata Ridwan memang memaksa untuk terjadinya PHK, saat ini getah karet sebagai bahan baku utama jarang masuk sehingga otomatis produksi menurun sementara biaya produksi sama.

Dalam kajian perusahaan, penurunan produksi terjadi di tingkat masyarakat, kemudian soal penggunaan sistem lelang juga menyebabkan banyak petani lebih memilih jual ke pasar lelang.

"Sistem lelang ini yang paling besar menyebabkan kurangnya pasokan, karena warga lebih memilih di sana. Nah masalahnya toke yang beli tidak menjual getah ke perusahaan yang ada di Bungo semisal ke kita, mereka banyak jual ke ke Padang dan Palembang," imbunya.

Padahal, PT ‎ABL kata Ridwan sudah mempermudah akses petani untuk langsung bisa masuk ke perusahaan, semisal menghapus sistem Delivery Order (DO).

"Kita sudah hapus sistem DO, semua produksi petani bisa langsung kita beli, apalagi sekarang produksi petani kita kualitasnya bagus, karetnya bersih. Yang penting getah minimal 500 kilogram bawa masuk. Kan satu dua petani karetnya bisa digabung terus bawa ke perusahaan," pungkasnya.

Sumber : http://jambi.tribunnews.com/2016/03/23/produksi-menurun-pabrik-karet-phk-di-bungo-phk-belasan-karyawan?page=2

Share this article :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
Support : NmcNews | Redaksi | Info Kami
Copyright © 2017. NmcNews - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website
Proudly powered by NmcNews.id